AIR DANAU

  • Whatsapp
Salah seorang anak mendayung di danau sentani - Doc Pace Kosapa
Salah seorang anak mendayung di danau sentani - Doc Pace Kosapa

Air danau pun meluap menjadi lautan,

bergemuruh dalam amarah gelombang.

Bacaan Lainnya

banner 400x130

 

Andai bisa kukatakan, “ya”,

akan tetapi persoalan selalu tentang batas,

waktu yang melesat lurus ke depan, berujung pada keabadian, kafan dan kematian.

 

Ah, kesumat dendam yang tak dapat dipadamkan oleh kata kata dan ratapan.

Pun sang maha kala tak pernah dapat menidurkan ingatan.

 

Antara ada dan tiada, apa bedanya?

Antara harap dan putus asa, apa artinya?

Andai bisa memutar kembali waktu, haruskah pisau tajam meski berkelebat melukai?

 

Atau, yang terjadi hanya kesombongan, dusta bagi kekalahan.

Ingin sejenak kutatap ikan ikan riang berenang pada kemilau air danau,

tapi badai telah meniupnya, sirna, tiada.

 

Kota Hujan, 20 Februari 2021

Berikan Komentar Anda

Pos terkait