Kepingan-kepingan  Puisi dari Majalah OPM

  • Whatsapp
Pace Kosapa -doc
Pace Kosapa -doc

Papua Itu Kita

Dari Papua, aku lahir

Bacaan Lainnya

banner 400x130

Dari Papua, aku dilahirkan

Dari Papua aku dilahirkan

Dari Papua, aku lahir

 

Tak tahan sukmaku,lihat aku dijarah

Kau dijajah,

Kau digempur rentetan peluruh

Memojokkanmu di sudut musnah

 

Kini, usiaku tak lagi bayi

Saatnya aku bersuara atas sakitmu

Saatnya aku teriak hakmu

Hak untuk merdeka

 

Karena merdeka itu milikmu jua

boleh bebas kaurebut

karena itu hakmu jua

kau bangsa Papua barat.

Oleh, Stevanus Kotuki, Mahasiswa Fisip universitas cenderawasih

 

Damai

Tak ada kata yang kurangkai

Sebab semua telah terjadi takbisa dilupakan

Dan kutahu bahwa hari esok

Akan lebih cerah dari hari ini

 

Dan jangan biarkan hari ini

Berlalu dengan amarah sebab,

Biarkan kami juga mencari

 

O…..Tuhan jadikan kami alat damaimu

Bukan dihibur, melainkan menghibur

Bukan dipahami, melainkan memahami

Bukan dicintai melainkan memahami

 

Sebaba didalam member, kami menerima

Didalam mengampuni kami diampuni.

Oleh, Elko Tagi, Mahasiswa USTJ Jayapura, Papua

 

Enyalah !

Serigala ganas berbuluh domba,

Takkan pernah kau patahkan.

 

Biar hujan tima panas

Beringas, kesetanan, membabi buta, kill

 

Semangat kami membaja

Kekuatan kami membulat

Tekad kami menggumpal

 

Darah perjuangan membara

Perjuangan ini suci

Perjuangan kami tulus

 

Tak kenal sakit

Tak kenal derita

Kemerdakaan mendekat

Kebebasan kami jemput

Enyalah daripada kami kau klonial

 

Enyalah ….!

Oleh, Domfer, Mahasiswa Uncen, Jayapura, Papua.

 

Selamat Jalan

Kau sahabatku,

Dalam melewati sejarah dunia

Ada suka,ada duka

 

Tawa malu

Telah kita dekor

 

Kini kau pergi…!

Untuk selamnya …?

Benarkah dirimu pergi

Sahabatku

 

Tidak tidak mungkin

Sukmaku tak mampu, menyaksikan realita

Apalagi mendengar kepergiaanmu

 

Tapi apa dayaku

Tuhan telah memanggilmu

Hanya tinggal namamu di bumiku

 

Selamat jalan, Inseri ….

Oleh, S.P.A Asnab, 08 Oktober 2015

 

Puisi piusi ini dipublikasi ulang dari Majalah OPM (Orang Papua Menulis) edisi perdana Tahun 2015. Majalah ini didirikan oleh anak anak Papua dari berbagai kampus di Papua. Mereka mendirikan media OPM sebagai wadah pembelajaran dan mengasah bakat  menulis mereka. 

Berikan Komentar Anda

Pos terkait