Cinta Kita ; Kumpulan Puisi, Yuventus Opki

  • Whatsapp
Doc. Pribadi : Yuventus Opki

I

Cinta Kita

Bacaan Lainnya
banner 400x130

 

Cintamu dan cintaku, tumbuh dalam satu pondok

Dasarnya adalah cinta kasih

Cinta yang aku dambakan sebelum kau, ia telah berlalu

Sekarang, cintaku dan cintamu menjadi satu

Dalam pandanganku, cintaku tumbuh seperti emas berlian

Atas dasar itulah, kau mencintaiku, sampai kau memilihku jadi pacarmu

Di sisi sayap kananmu, cintamu padaku terlihat buta

Cinta kasih yang kita satukan, kita masih bertanya

Entalah. Ya, tapi itu benar-benar buta

Dan aku bilang, cintaku dan cintamu, cinta kita adalah cinta dusta antara kau dan si pencinta dunia

Kemudian, cinta kita berdebat, sambil menjatuhkan satu dengan lain.

Yang satu jadi korban, karena cinta atas dirinya

Dan yang lain, bersorak karena ingin menikmati napsu dunia

(2017)

 

II

Seperti Bunga Matahari dan Seekor Burung

 

Seperti bunga matahari,

kami dirontohkan di atas bumi kami sendiri

Para penguasalah yang merontohkan di bumi kami sendiri,

Seperti burung, kami ditembak tima panas di atas bumi kami sendiri,

satu demi satu, kami tumbang

Dan penguasa hengkang bermain hakim sendiri

Demikian, kami dirontohkan dengan tima panas

Kami seperti bunga matahari, bangun ingin bersinar

tapi diredupkan kembali oleh para penguasa

Seperti burung, kami terbang, ingin bersaksi kepada dunia

Namun kami dijatuhkan dengan tima panas bukan peluru karet

Begitu kami berdiri mengatakan niat kami di depan penguasa,

kami diburu seperti binatang di bumi kami sendiri

Di tenga penguasa, di depan matanya, kami tumbang

Para penguasa pura-pura menjadi buta

dan tak mau melihat atas kematian kami di bumi kami sendiri

(2017)

 

III

 

Bagai Sungai

 

Aku bagaikan sungai yang mengalir di setiap waktu

Itu abadi, takkan habis begitu saja

Yang aku kejar, takkan kau hentikan dengan cara apa pun

Kau bagai harimau , sering menerkamku

Kau bagaikan api, ingin membakar niatku

Boleh saja kau membakar tubuhku

Tapi jiwaku-jiwaku bagaikan sungai, setiap saat, akan terus tumbuh, penuhi bumi

Dan mereka akan terus melawan setiap penguasa sampai titik darah yang penghabisan

One day, I will be winner

(2017)

 

Berikan Komentar Anda

Pos terkait