Oleh : Hery Tebai
Foto yang sangat anggun ini diabadikan di Mauwa, kecamatan Kamu. Saat itu kami melewati jalan trans pada beberapa waktu lalu, di pinggir jalan dijajaki jualan oleh mama Pedang Asli Papua. Buah Markisa juga dijual bersama hasil tani lainnya.
Sontak saya teringat kembali pada beberapa waktu silam, saat itu kami masih di Sinak (Kab. Puncak). Mama biasa berjualan seperti yang dilakukan oleh mama² Pedang Asli Papua di Dogiyai. Yang membawa saya ke ingatan masa lalu ini adalah buah Markisa dengan segala suasana pasar yang ada tepat di depan mata.
Buah Markisa dulunya tidak ada di seantero belahan dunia pulau Papua ini. Buah Markisa adalah jenis buah yang baru dibawa dari luar. Pertama kali buah ini ditanam di daerah Wamena, kalau tidak salah, kemudian menyebar ke arah barat samap di Sinak pada awal tahun 2000an. Ingatan hangat itu yang kembali membuka cakrawala pikiran saya tentang Markisa dan Mama Yobee.
Jadi saat itu, setelah Markisa tumbuh subur dan menyebar luas di daerah La-Pagoo, mama Yobee berinisiatif untuk mencoba menanam di Gite. Suatu ketiaka, pada hari pasar, mama membeli sejumlah buah tersebut lalu menyuruh saya untuk mengeringkan di atas batu. Setelah bijinya benar² kering, semua saya tampung di dalam satu botol Aqua.
Mama Yobee kemudia mengirim bibit Markisa ke Moanemani (sekarang kab. Dogiyai). Saya yang penasaran bertanya;
Sa: “untuk apa mama kirim bibit ke Moanemani?”
Mama: “supaya mamade tanam di Gite.”
Sa:”Di sana trada markisa ka?”
Mama:”Iyo, di sana trada markisa jadi biar mamade coba tanam, nanti tumbuh atau tidak, kita libat nanti.”
Setelah beberapa tahun berlalu, saya dan mama Yobee turun ke Nabire. Mendengar saya dan Mama Yobee di Nabire, Mamade mengirim beberapa barang tani melalui pesawat untuk kami kami konsumsi, ada ubi Yepi, sayuran dan Markisa. Melihat Markisa yang segar² itu saya bergembira dan siap santap mengingat rasa mabisnya yang begitu berkesan di lidah. Setelah itu saya kembali bercakab dengan mama Yobee lagi;
Sa: “mama, Markisa ni yang dulu kita kirim bibit untuk Mamade ka?
Mama:”iyo, sekarang di Gite buah Markisa sudah banyak. Subur² di Gite, lilit² pohon² di Gite Moma.”
Saya merasa senang mendengar ucapan mama Yobee. Tersenyum bahagia lalu saya menyantap Markisa yang dikirim oleh Mamade Maga. Jadi Markisa di Mee-Pago pertama kali ditanam di Gite Moma oleh Mamade Yobee Maga.



