Nabire, Sastra Papua – Koordinator Komunitas Sastra Papua Hengky Yeimo […]
Penulis: admin
Bahasa Daerahku, Identitasku
Oleh: Felix Degei )* “Saya bangga, ketika saya berbicara dengan […]
Belajar Dari Pigai Nason Bagobii
Judul: Kibarkan Sang Bendera Makanan, Gerakan Pemulihan Habitata Untuk Membangun […]
Diam yang Terluka
Oleh; Giyai Aleks Kesunyian itu bersambung bersama episode kesepian lainnya, […]
Rebut Kembali Tanah Adat Papua Dari Kaum Kapitalis
Oleh : Feki Mobalen. Momentum 09 Agustus 2020 Adalah Hari […]
“Mereka-Mereka”, Dapatkah Dibenarkan?
Oleh: J.S. Badudu Dalam bahasa, kita mengenal apa yang disebut […]
Andy Tagihuma: Wartawan Pencinta Sastra
Awal kariernya sebagai wartawan Tabloid Suara Perempuan pada 2006. Selang […]
Dari mana asal orang Papua?
Sejak beberapa tahun terakhir beberapa alumni Antropologi Universitas Cenderawasih menggagas […]
Tiga Buku Sastra Papua Diluncurkan
Minimnya karya sastra Papua dinilai menjadi tantangan serius dewasa ini. […]
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.








![Antologi-Cerpen-Aku-Peluru-Ketujuh-karya-Teopilus-B.-Tebat-Kansina-Fananin-kumpulan-puisi-karya-Jingga-Kamboja-dan-Tetesan-Embun-Inspirasi-dari-Papua-karya-Aleks-Giyai [Tiga buku sastra Papua masing-masing Antologi Cerpen “Aku Peluru Ketujuh” karya Teopilus B. Tebat, “Kansina Fananin,” sebuah kumpulan puisi karya Jingga Kamboja, dan “Tetesan Embun Inspirasi dari Papua” karya Aleks Giyai]. Yamoye AB](https://sastrapapua.org/wp-content/uploads/2021/04/Antologi-Cerpen-Aku-Peluru-Ketujuh-karya-Teopilus-B.-Tebat-Kansina-Fananin-kumpulan-puisi-karya-Jingga-Kamboja-dan-Tetesan-Embun-Inspirasi-dari-Papua-karya-Aleks-Giyai-200x112.jpg)



