Philemon Keiya* Mentari benar-benar menguasai daratan karang panas. Angin sepoi […]
Delis Murib Di bawah sinar matahari yang membakar, kami, PERSIPUNCAK CHARTENZ, berjalan, meninggalkan […]
Haedline
Komunitas Sastra Papua
Beam-Kuyawagi
Beam-Kuyawagi Misteri Alam Warisan sang ilahi, yang membahana. Kuterpesona pada […]
Cinta…
Oleh : Silas Edowai Tak pernah mengenal waktu Cinta… […]
Kumpulan Puis Akapakabi Yeimo ; Kerinduan yang terpasung
Kerinduan yang terpasung Meski melodi kupetik, terkadang suara pun […]
JOE
Oleh : Nomensen Douw “Jon dan Adiknya Edi setelah kedua […]
Mama
Oleh : Philemon Keiya Siang itu langit cerah. Di pegunungan […]
Tiba
Oleh : Philemon Keiya Saat masih kecil di kampung Putapa, […]
Sejenak di pinggir danau
Oleh : Philemon Keiya Matahari sudah condong ke arah barat […]
Café-cafe atau Para-Para ?
Oleh :Manoge Hay Kaka,ade, tanta, om, mari kita […]
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.












